Tampilkan postingan dengan label bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bola. Tampilkan semua postingan

KOMITE NORMALISASI MAJUKAN JADWAL KLB PSSI


Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang akan digelar di Solo, Jawa Tengah bakal digelar lebih cepat dari jadwal sebelumnya, yakni 30 Juni 2011. Jadwal baru akan ditentukan lewat rapat Komite Normalisasi di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Kamis 9 Juni 2011.
Pernyataan ini disampaikan Ketua KN, Agum Gumelar dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi X DPR RI, malam tadi. Menurutnya, KLB PSSI tidak bisa digelar pada 30 Juni 2011 karena di hari yang sama Solo menjadi tuan rumah bagi acara Konfrensi Internasional.

"Saya baru dapat kabar dari walikota Solo bahwa 30 Juni besok ada konfrensi internasional yang diikuti oleh puluhan negara," kata Agum di hadapan anggota Komisi X DPR RI, KONI, dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng.

"Hotel yang dipesan juga sibuk (penuh). Jadi walikota menyarankan agar Kongres dimajukan. Kemungkinan 28 Juni, namun kami akan merapatkannya besok (Kamis, 9 Juni 2011)," lanjut Agum.

FIFA sebelumnya telah menetapkan batas akhir Kongres PSSI paling lambat 30 Juni 2011. Bila gagal, PSSI secara otomatis akan mendapat sanksi berupa suspended yang berlaku efektif mulai 1 Juli 2011.

Sebagian besar anggota Komisi X juga sempat khawatir dengan jadwal KLB PSSI yang telah ditetapkan oleh KN. Pasalnya, menurut para wakil rakyat itu, Kongres kemungkinan akan berlangsung alot dan berpotensi melebihi batas waktu yang ditetapkan oleh FIFA.

Namun Agum berlasan kalau Kongres PSSI bisa rampung dalam sehari. Sebab menurutnya agenda yang akan dijalankan hanyalah pemilihan ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota exco PSSI 2011-2015.

MANTAP: EMPAT PEMAIN WAKILI MAKASSAR DI TUNAS GARUDA

Empat pemain muda terpilih mewakili Makassar dalam ajang pencarian bakat, Tunas Garuda, yang berkesempatan untuk menimba ilmu di Akademi Sepakbola Arsenal.
Setelah melakukan seleksi pemain usia muda 14-16 tahun di Bandung dan Palembang, ajang pencarian bakat Tunas Garuda digelar di Makassar. Seleksi berlangsung di Stadion Andi Mattalatta, Minggu 5 Juni 2011.

Dari sekitar 1500 pendaftar, pihak penjaring yang berasal dari Soccer School Indonesia (SSI) berhasil memilih empat pemain yang berhak mewakili Makassar untuk seleksi akhir di Jakarta, 18 September hingga 1 Oktober mendatang.

Keempat pemain tersebut adalah Melkisedek Bleskadit (14 tahun), muhamad tegar (15), Al Gazali (15) dan Michel Aditya Wijaya (15). Keempatnya dinilai pantas oleh pihak SSI, yang berafiliasi kepada Akademi Sepakbola Arsenal, untuk mewakili Makassar di seleksi akhir.

Tunas Garuda sendiri rencananya akan menjalani seleksi di sembilan kota, Bandung, Palembang, Makassar, Jayapura, Semarang, Malang, Medan, Balikpapan dan Jakarta. Hasil seleksi di sembilan kota itu akan menghasilkan 36 pemain.

Dari 36 pemain yang terjaring dari sembilan kota, akan disusutkan menjadi 18 orang pada seleksi akhir di Jakarta. Para pemenang dari seleksi nasional ini akan mengikuti training camp di Akademi Sepakbola Arsenal di Inggris selama dua pekan pada pertengahan Oktober.

"Selama di Inggris, ke-18 pemain muda ini akan diberi kesempatan berlatih secara profesional bersama ratusan siswa Akademi Sepakbola Arsenal," ujar Ketua Pelaksana Seleksi Nasional Tunas Garuda, Barnas Kamora, dalam rilis yang diterima VIVAnews.

Lebih lanjut Barnas menegaskan selain memberikan kesempatan kepada para pemenang seleksi nasional ini berlatih di Akademi Sepakbola Arsenal, ke-18 pemain muda tersebut juga akan diberi kesempatan bertanding melawan Arsenal Junior U-16 dan menonton langsung sejumlah laga Arsenal di Stadion Emirates.

Usai menimba ilmu di Akademi Sepakbola Arsenal, ke-18 pemain tersebut juga berpeluang melakoni seleksi tim nasional Indonesia U-16 dan juga berkesempatan bergabung dengan Indonesia Football Academy (IFA).

KALAHKAN MU, BARCELONA JUARA LIGA CHAMPIONS 2010-2011


Terjawab sudah teka-teki siapa yang bakal menjadi juara liga champions tahun ini. Jawabannya adalah Barcelona. Barcelona berhasil merebut gelar Liga Champions untuk keempat kalinya setelah menekuk Manchester United di final, Sabtu 28 Mei 2011 (Minggu dini hari WIB). Barca menang telak 3-1 berkat gol dari Pedro Rodriguez, Lionel Messi, dan David Villa. Sedangkan gol tunggal MU disumbang Wayne Rooney di menit 34.
Bertanding di Stadion Wembley, London, Inggris, pertandingan babak pertama awalnya dikuasai oleh MU. Namun, masuk pertengahan babak, Barca mulai mengambil alih hingga akhirnya mampu mencetak gol pertama di menit 27 lewat Pedro.

Striker asal Spanyol itu mencetak gol cantik melalui tendangan keras dari dalam kotak penalti. Dari sudut sempit, Pedro mampu menaklukkan kiper van der Sar dan membuat kedudukan 1-0 untuk Barca.

Hanya berselang beberapa menit, gol itu bisa disamakan MU melalui Rooney. Dengan kerjasama apik bersama Ryan Giggs, striker bertubuh gempal itu mencetak gol MU di menit 34. Itu menjadi gol terakhir di babak pertama dan menutup skor menjadi 1-1.

Masuk babak kedua, Barca makin tak terbendung dengan melancarkan serangan sejak peluit ditiup. Hasilnya kembali berbuah manis karena bisa mencetak dua gol lagi.

Dimulai dari gol Messi di menit 54 yang merupakan buah kerjasama dengan Andres Iniesta dan Xavi Hernandez. Gol berikutnya di menit 69 saat David Villa melepaskan tendangan keras yang mendarat di pojok kiri atas jala Setan Merah.

Manajer MU Sir Alex Ferguson mencoba melakukan perubahan dengan memasukkan Paul Scholes untuk di menit 77. Dengan pengalamannya, Scholes diharapkan bisa menciptakan perubahan di lini tengah Setan Merah. Namun, perubahan ini terlambat karena MU akhirnya gagal mengejar ketertinggalan gol.

Hingga peluit panjang, tak ada tambahan gol lagi yang tercipta. MU untuk kedua kalinya harus kembali takluk di final Liga Champions dari Barca. Pertemuan sebelumnya di tahun 2009, MU juga tumbang dengan skor 0-2.

Skuad Kedua Tim
Barcelona: Valdes; Abidal, Mascherano, Pique, Alves (Puyol'88); Busquets, Xavi, Iniesta; Pedro (Afellay'90), Villa (Keita'86), Messi

Manchester United: Van der Sar; Fabio (Nani'69), Ferdinand, Vidic, Evra; Valencia, Carrick (Scholes'77), Giggs, Park; Rooney, Hernandez

MADRID KALAHKAN ALMERIA 8-1, RONALDO CETAK REKOR


Almeria harus tunduk memalukan setelah kalah bertanding dengan Real Madrid, 8-1, dalam jornada ke-38 Liga BBVA, di Santiago Bernabeu, Minggu (22/5/2011) dini hari WIB.
Gelandang Cristiano Ronaldo mencetak dua gol yang membuatnya menguasai daftar pencetak gol sementara dengan 40 gol. Sehingga dia telah melampaui Telmo Zarra dan Hugo Sanchez, pemegang rekor sebelumnya. Dimana, Sebelumnya rekor el pichichi tertinggi dipegang oleh Telmo Zarra (Bilbao) dan Hugo Sanchez (Madrid). Mereka sama-sama mencetak 38 gol di satu musim masing-masing tahun 1950-51 dan 1989-90.
Selain itu, Ronaldo juga menyamai torehan legenda Jerman, Gerd Muller yang mencetak 40 gol bersama Bayern Muenchen pada musim 1971-1972.

Madrid sudah unggul saat pertandingan menginjak menit keempat melalui Ronaldo. Bola hasil tendangan bebas dari Alvaro Arbeloa disambut sundulan oleh Sergio Ramos, yang kemudian dilesakkan Ronaldo ke dalam gawang tim tamu.

Madrid menggandakan keunggulan mereka pada menit ke-31. Kali ini umpan jauh dari Mesut Oezil diubah menjadi gol oleh Emmanuel Adebayor dengan kaki kanannya.

Dua menit setelah gol Adebayor, Almeria memperkecil kedudukan. Umpan Albert Crusat dari sisi kiri yang mengenai Arbeloa disontek Kalu Uche masuk ke gawang Madrid yang dikawal Jerzy Dudek.

Beberapa menit berikutnya, Madrid hampir mencetak gol lagi melalui Karim Benzema. Sayang, bola masih bisa ditepis kiper Suarez Esteban.

Di awal babak kedua, Madrid sudah berhasil mencetak gol lewat aksi Benzema. Setelah melewati empat pemain Almeria, Benzema melepaskan bola dengan kaki kanannya untuk menjebol gawang Almeria.

Madrid benar-benar berpesta dalam laga ini. "Los Blancos" kembali mencetak gol saat pertandingan memasuki menit ke-53. Percobaan Ronaldo memang berhasil diselamatkan bek Almeria, namun bola muntah, yang juga sempat membentur mistar gawang, langsung disambar oleh Adebayor untuk mencetak gol keduanya.

Tak mau kalah dengan Adebayor, Benzema juga mencetak dua gol dalam laga ini. Gol keduanya tercipta pada menit ke-63 usai menerima umpan silang dari Ronaldo. Bola hasil tendangan kaki kanannya berhasil menembus gawang Almeria usai melewati dua sela kaki Esteban.

Adebayor pun mencetak hat-trick dalam laga ini pada menit ke-73. Memanfaatkan tendangan sudut, Adebayor berhasil menjebol gawang Estaban dengan kaki kirinya.

Ronaldo menambah keunggulan Madrid dengan mencetak gol pada menit ke-77.Tendangan kaki kanannya mengarahkan bola ke sudut kanan bawah gawang Almeria. Saking kerasnya tendangan Ronaldo, bola tak bisa di halau oleh Esteban.

Pemain pengganti Joselu melengkapi pesta Madrid pada menit ke-87. Umpan dari Ronaldo berhasil ia ubah menjadi gol dengan tendangan kaki kanannya.

Susunan pemain
Madrid: Jerzy Dudek (Jesus Lopez 78), Raul Albiol, Pepe, Alvaro Arbeloa, Sergio Ramos, Xabi Alonso, Kaka (Esteba Granero 60) , Mesut Oezil, Cristiano Ronaldo, Emmanuel Adebayor, Karim Benzema (Joselu 85)

Almeria: Suarez Esteban, Silva Marcelo Henrique, Carlos García Badías, Antonio Luna Rodriguez, Juan Manuel Ortiz, Hernan Bernardello, Hernan Dario Pellerano, Albert Crusat (Fabian Vargas 61), Pablo Piatti, Kalu Uche (Henok Goitom 81), Miguel Angel Corona

MARI KITA MENUNGGU SANKSI FIFA


20 Mei 2011 rasanya merupakan hari yang sangat menyesakkan bagi insan dan pecinta sepakbola Indonesia. Bagaimana tidak, pada hari itu negara kita benar-benar telah memperlihatkan jati dirinya sebagai bangsa yang "ramah". Penulis juga sebenarnya merasa heran dengan kejadian tersebut, padahal semuanya pasti sudah tahu bahwa segala tindakan pada hari itu akan membawa dampak yang sangat besar di kemudian hari.
Ya... Mau di apa lagi? Itulah realita yang terjadi pada Kongres PSSI. Heran juga melihat semangat menggebu-gebu dari Kelompok pemilik suara K-78 yang terus melakukan interupsi kepada pemimpin sidang. Padahal yang hadir pada saat itu adalah bukan hanya dari bangsa kita sendiri. Namun, ada pula dari perwakilan FIFA, Thierry Regenass dan Van Hatum yang bertugas sebagai pemantau jalannya sidang. Bukankah kita seharusnya menunjukkan sikap yang arif dan santun? Bukankah itu adalah jati diri negara kita sejak dahulu? Atau mungkin karena hari tersebut merupakan hari kebangkitan nasional, sehingga semangat dari K-78 begitu dasyat? Sampai-sampai Thierry Regenass pun di hujat oleh Catur Agus Saptono, bahwa Thierry telah melakukan pembohongan publik. 

Kalau sudah demikian, apa mungkin sanksi bisa dihindari? Peristiwa ini sekali lagi telah disaksikan oleh jutaan orang yang mengharap hasil dari kongres ini serta "perwakilan dari yang akan memberikan sanksi". Jadi, mari kita legowo dengan sanksi yang tidak dapat kita hindari ini. Kita tidak dapat "ngeles/berkilah" lagi dan melakukan lobi ke FIFA.

Yang perlu menjadi perhatian berikutnya adalah beredar kabar bahwa anggota K-78 ini memang pada dasarnya telah merancang agar kongres tersebut ricuh dan berakhir dengan deadlock. Alasannya karena calon mereka telah ditolak mentah-mentah oleh FIFA. Sehingga muncul anggapan bahwa kalau kami tidak bisa, sebaiknya jangan ada ketua umum PSSI. Kabar ini penulis dapatkan dari sebuah harian di Makassar, di mana pagi hari sebelum Kongres, K-78 yang dimotori oleh Saleh Mukaddar menggelar simulasi deadlock di hotel Grand Sahid Jaya, yang menjadi markas pengusung paket George Toisutta-Arifin Panigoro.

Dalam simulasi tersebut, dibuat skenario layaknya kongres resmi dengan menyiapkan orang-orang yang akan menjadi pemicu kericuhan. Tiap orang memiliki tugas berbeda, ada yang memprotes aturan yang di duga di pelintir oleh Komisi Normalisasi, ada yang meminta Agum mundur, dan ada juga yang memprotes pasal per pasal dar atran kongres dan statuta FIFA maupun PSSI.

Dan pada akhirnya karena interupsi yang terus menerus membuat Bapak Agum dengan berat hati untuk menutup sidang.

Pada akhirnya, nasi sudah menjadi bubur. Kita tunggu saja keputusan rapat Komite Eksekutif FIFA tanggal 30 Mei 2011. Dan kalau memang, Indonesia harus mendapatkan sanksi, maka para anggota K-78 ini harus di adili secara hukum dengan pasal melakukan perbuatan yang tidak mengenakkan.

HANCURKAN STOKE CITY 3-0, MAN CITY GESER ARSENAL

Manchester City berhasil mengamankan tiga poin saat menjamu Stoke City dilanjutan Premier League. Kemenangan 3-0 City ini sekaligus menggusur Arsenal di peringkat 3 klasemen.
Striker asal Argentina Carlos Tevez berhasil mencetak dua gol dari tiga gol Eastlands ke gawang Stoke City. Satu gol tambahan lainnya dicetak bek Joleon Lescott.

Hingga pekan ke-37, Manchester City kini mengoleksi 68 poin atau unggul sebiji poin dari Arsenal. Sedangkan Stoke City tetap terpaku di peringkat sembilan dengan 46 poin.

Bertanding di City of Manchester Stadium, Rabu 18 Mei 2011, pasukan Roberto Mancini yang telah memastikan jatah Champions League tetap memburu kemenangan demi menggusur Arsenal.

Permainan agresif City akhirnya membuahkan hasil di menit 14 lewat gol cantik Carlos Tevez. Di awali kerja sama satu-dua dengan James Milner, striker gempal Argentina ini berhasil mengecoh dua pemain bertahan Stoke sebelum akhirnya menjebol gawang Thomas Sorensen.

Meskipun Tevez sempat kembali mengancam gawang Stoke pada menit 28, namun hingga turun minum keunggulan 1-0 buat Manchester City tetap tak berubah.

Di babak kedua, City kembali menjebol gawang Stoke di menit 53 lewat gol Lescott. Memanfaatkan umpan menawan David Silva, bek Manchester City ini berhasil menaklukkan Sorensen dengan tandukannya sekaligus merubah kedudukan menjadi 2-0.

Manchester City terus mendominasi jalannya pertandingan. Agresifitas The Citizens bahkan semakin bertambah setelah Edin Dzeko masuk menggantikan David Silva.

City akhirnya kembali menjebol gawang Stoke di menit 65. Lagi-lagi Tevez berhasil mencetak gol cantik lewat tendangan bebasnya. Skor sementara 3-0 untuk keunggulan tuan rumah.

Meski Manchester City kembali menciptakan banyak peluang namun skor 3-0 ini tetap bertahan hingga pertandingan usai.

Susunan Pemain
Man City: Joe Hart, Joleon Lescott, Vincent Kompany, Pablo Zabaleta, Micah Richards, Nigel De Jong, James Milner, Carlos Tévez, Yaya Touré, David Silva, Adam Johnson

Stoke City:Thomas Sorensen, Danny Collins, Ryan Shawcross, Andy Wilkinson, Marc Wilson, Glenn Whelan, Salif Diao, Danny Pugh, Dean Whitehead, John Carew, Jonathan Walters

MAN CITY RAIH JUARA PIALA FA SETELAH KALAHKAN BLACKBURN

Kota Manchester hari ini dipastikan akan penuh pesta. Setelah Manchester United memastikan gelar Liga Inggris, tim sekotanya Manchester City juga memastikan gelar Piala FA.
City memastikan gelar ini hanya beberapa jam setelah MU bermain imbang 1-1 dengan Blackburn Rovers. The Citizen menang 1-0 atas Stoke City di Final Piala FA yang berlangsung di Stadion Wembley, London, Sabtu 14 Mei 2011.

Gol kemenangan City dicetak Yaya Toure di menit 74 setelah melalui kemelut di depan gawang Stoke. Tendangan keras Toure yang berdiri bebas tanpa kawalan di depan gawang langsung mengalir tepat ke tengah gawang City.

Sebelumnya, Sejak babak pertama Toure cs memang menguasai jalannya pertandingan. Dominasi ini berlanjut hingga paruh kedua di mana Mario Balotelli, Carlos Tevez, dan David Silva jadi tumpuan utama serangan City.

Di menit 55, kerjasama Silva dan Balotelli hampir menjadi gol ketika Silva berdiri bebas di dalam kotak penalti. Tapi usaha itu gagal setelah umpan Silva ke sisi kanan pertahanan Stoke tidak bisa ditemukan pemain City lainnya.

Semenit kemudian gantian Tevez yang melakukan tendangan keras dari dalam kotak penalti. Tapi bola hanya melebar dari mistar gawang. Usaha berlanjut ketika di menit 59 Balotelli mendapatkan umpan terusan. Namun, kali ini usaha itu digagalkan Kiper Sorensen yang maju dari posnya dan langsung merangkul bola.

Menit 61 Stoke mendapat peluang terbaiknya lewat Jones yang berlari bebas ke arah gawang City. Pemain Stoke itu berhasil menyambut umpan terusan dan lolos jebakan off side. Sayangnya usaha itu bisa gagalkan kiper City, Hart.

Usaha pertama Stoke itu akhirnya harus dibayar mahal dengan gol Toure di menit 74. Itu menjadi gol pertama dan terakhir yang terjadi di pertandingan ini. City akhirnya memastikan gelar Piala FA setelah terakhir kali mereka rengkuh di tahun 1976.

Line Up Kedua Tim

MANCHESTER CITY: Hart; Richards Kompany Lescott Kolarov; De Jong Barry (Johnson'73); Silva Yaya Balotelli; Tevez (Zabaleta'88)

STOKE CITY: Sorensen; Wilkinson, Shawcross, Huth, Wilson; Pennant, Whelan (Pugh'85), Delap (Carew'81), Etherington (Whitehead'63); Walters, Jones

MU BERHASIL LAMPAUI GELAR LIVERPOOL

Manchester United akhirnya memastikan gelar juara Premier League musim ini usai menahan imbang Blackburn Rovers 1-1, Sabtu, 14 Mei 2011. Ini merupakan gelar Liga Inggris ke-19 bagi Setan Merah.
Dengan koleksi ini MU kini menjadi tim yang paling banyak mengoleksi gelar Premier League. Koleksi Setan Merah bahkan melewati koleksi gelar Premier League milik klub legendaris Liverpool yang telah mengoleksi 18 gelar.

Kesuksesan Setan Merah tak lepas dari peran sang manajer Sir Alex Ferguson. Bagi Fergie, ini merupakan gelar ke-12 yang berhasil dipersembahkannya kepada Setan Merah sejak pertama kali mendarat di Old Trafford, 1986 lalu.

Ferguson mengawali karirnya di MU menggantikan pelatih Ron Atkinson, 1986 lalu. Di musim pertamanya, Fergie hanya mampu mengantarkan MU ke posisi 11.

Setelah enam  tahun di Old Trafford, Fergie akhirnya berhasil membawa MU meraih gelar Premier League. Musim berikutnya, Fergie berhasil membawa Manchester United mempertahankan gelar bergengsi ini.

Tak hanya itu, pada musim 1998/1999 Fergie juga berhasil mambawa MU meraih gelar Prmier League, Piala FA dan Liga Champion UEFA sekaligus. MU menjadi satu-satunya tim Inggris yang berhasil meraih gelar treble winners.

MU JUARA LIGA INGGRIS 2010/2011 BERKAT PENALTI ROONEY

 Manchester United akhirnya memastikan gelar juara Premier League 2010/2011 setelah menahan imbang 1-1 Blackburn Rovers, Sabtu, 14 Mei 2011. Dalam duel ini, MU diselamatkan penalti kontroversial pada babak kedua.
Bertanding di Ewood Park, MU justru tertinggal 0-1 di babak pertama. Penyerang Blackburn, Brett Emerton berhasil membobol gawang Setan Merah pada menit ke-20. Skor ini bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, MU kembali memegang kendali pertandingan. Sebaliknya, tuan rumah memilih untuk tampil bertahan dan berusaha memaksimalkan serangan balik.

MU langsung membuka peluang lewat Ryan Giggs pada menit ke-60. Sayang tendangannya masih mampu diblok pemain bertahan tuan rumah.

Keasyikan menyerang, gawang MU justru nyaris kebobolan pada menit ke-65. Beruntung tandukan Martin Olson memanfaatkan umpan silang Brett Emerton masih membentur mistar gawang MU.

Kiper Manchester United, Tomasz Kuszczak tak bereaksi menyambut tandukan Olson. Kuszczak yang sudah mati langkah hanya terpaku memandang bola yang melayang menuju gawangnya.

MU kembali menekan lewat solo run, Javier Hernandez pada menit ke-71. Aksinya yang sudah melewati barisan pertahanan lawan harus dihentikan oleh pelanggaran yang dilakukan oleh kiper Blackburn Rovers, Paul Robinson.

Meski demikian, wasit Philip Dowd tidak segera menunjuk titik putih atas kejadian ini. Sebaliknya, Dowd lebih dulu berkoordinasi dengan hakim garis untuk memastikan Hernandez sebelumnya tidak dalam posisi off side.

Aksi ini sempat menimbulkan protes dari pemain-pemain MU. Namun Dowd dengan tegas meminta mereka pergi sebelum akhirnya menunjuk titik putih penalti.

Keputusan ini langsung disambut protes pemain-pemain tuan rumah. Namun Dowd bergeming dan tetap memberikan hadiah penalti bagi Setan Merah.

Striker Wayne Rooney maju sebagai eksekutor pada menit ke-73. Dengan tenang, Rooney berhasil mengecoh penjaga gawang Blackburn, Paul Robinson.

Setelah berhasil merubah kedudukan, menjadi 1-1 MU pun mulai mengendurkan serangannya. MU berhasil mempertahankan skor imbang ini pertandingan usai.

Tambahan satu poin membuat Manchester United tak terkejar lagi oleh rival terdekatnya Chelsea yang baru mengantongi 70 poin dari 36 laga. Setan Merah kini memimpin dengan koleksi 77 poin dari 37 laga atau 7 poin di depan Chelsea.

Susunan Pemain

Blackburn: Robinson; Salgado, Samba/Keith Adrews (78'), P Jones, Givet; Emerton, J Jones/David Dunn (74'), Nzonzi, Olsson; Hoillet/Pedersen (59'), Roberts.

Manchester United : Kuzszcak; Evans, Vidic, Ferdinand, Fabio/Paul Scholes (62'); Valencia, Carrick, Giggs, Nani/Dimitar Berbatov (81'); Rooney, Hernandez.

INTER MILAN BERHASIL MELAJU KE FINAL COPPA ITALIA 2011

Inter Milan melangkah ke final Coppa Italia meski hanya bermain imbang 1-1 dengan AS Roma di semifinal leg kedua, Kamis dinihari WIB, 12 Mei 2011.
Meski bermain imbang pada laga yang berlangsung di Giuseppe Meazza, Inter berhak lolos ke final setelah menang 1-0 pada leg pertama di kandang Roma. I Nerazzurri lolos dengan agregat 2-1.

Inter akan ditantang Palermo pada partai final yang akan digelar di Stadion Olimpico Roma, 29 Mei mendatang. Palermo lolos setelah menumbangkan AC Milan di semifinal.

Dengan demikian, Inter telah 13 kali masuk final dengan 6 kali juara Coppa. Sementara Palermo baru 3 kali ke final dan belum pernah juara.

Setelah bermain imbang 0-0 di babak pertama. Inter meningkatkan serangan di babak kedua. Tuan rumah memecah kebuntuan pada menit ke-57 melalui gol Samuel Eto'o.

Usai menerima umpan Douglas Maicon, Eto'o dengan cerdik menempatkan bola di antara bek Roma. Tendangan menyusur tanahnya tidak mampu dibendung Alexander Doni dan mengubah skor menjadi 1-0.

Tertinggal, Roma mulai lebih meningkatkan serangan. Namun, penampilan apik Yuto Nagatomo mampu mematikan aliran bola dari Jeremy Menez.

Selain itu, pergerakan John Arne Riise juga selalu terbentur kokohnya penjagaan kapten Javier Zanetti yang mendapat penghargaan atas penampilan ke-1000 bersama Inter sebelum laga dimulai.

Kesabaran Roma akhirnya menuai hasil di menit ke-84. Sebuah umpan lambung Simone Perrotta mampu diteruskan Marco Borriello lewat sundulan setelah sebelumnya mengalahkan Lucio dalam duel udara. Kedudukan menjadi 1-1.

Roma terus menyerang demi mengejar gol kemenangan. Namun sayang, gol tak kunjung datang hingga peluit akhir dibunyikan. Kedudukan 1-1 bertahan hingga laga usai.

Susunan Pemain

Inter Milan: Cesar; Maicon, Lucio, Chivu, Nagatomo; Cambiasso, Mariga; Zanetti, Kharja (Motta, 74'), Eto'o; Pazzini (Milito, 67').

AS Roma: Doni; Cassetti, N. Burdisso, Juan, Riise; Pizarro (Greco, 46'), De Rossi; Perrotta, Simplicio (Vucinic, 55'), Menez (Caprari, 74'); Borriello.

BARCELONA JUARA LA LIGA 2011, SETELAH IMBANG MELAWAN LEVANTE

Barcelona memastikan juara La Liga musim ini meski hanya bermain imbang 1-1 melawan Levante di Stadion Ciutat de Valencia, Kamis dinihari WIB, 12 Mei 2011.
Melawan Levante, Barcelona memang hanya membutuhkan hasil imbang melawan Levante untuk mengakhiri perlawanan Real Madrid dalam perebutan gelar juara La Liga.

Hasil imbang pula yang didapat Barcelona saat melawan Levante. Tambahan satu poin membuat Barcelona kokoh di puncak klasemen dengan 92 poin dari 36 pertandingan.

Torehan tersebut tidak bisa dikejar Madrid dalam dua laga tersisa. Los Blancos berada di posisi kedua dengan 86 poin. Meski Madrid masih berpeluang menyamai torehan poin Barcelona, namun tim besutan Josep Guardiola itu unggul head-to-head dengan Madrid.

Ini adalah gelar La Liga ke-21 Barcelona, dan yang ketiga beruntun bagi Guardiola sejak menjadi arsitek di Camp Nou pada 2008.

Melawan Levante, Barcelona sebenarnnya kesulitan menembus pertahanan Levante. Gol yang ditunggu-tunggu Barcelona baru datang pada menit ke-28.
Berawal dari umpan Xavi Hernandez, Seydou Keita yang datang dari lini kedua berhasil melepaskan sundulan yang menggetarkan gawang Levante.

Tuan rumah menyamakan kedudukan pada menit ke-40. Sebuah kesalahan Gerard Pique dalam mengantisipasi bola, membuat Felipe Caicedo leluasa membobol gawang Barcelona.

Babak kedua masih milik Barcelona. Tapi, klub asal Katalunya tersebut masih kesulitan menembus pertahanan Levante di awal babak kedua.

Messi nyaris mencetak gol pada menit ke-57. Usai melewati empat pemain Levante, Messi melepaskan tendangan melewati kiper Gustavo Munua. Sayang, tendangannya masih membentur tiang gawang.

Barcelona tidak tampil ngotot di sisa pertandingan. Levante juga lebih banyak mengandalkan serangan balik. Kedudukan 1-1 akhirnya bertahan hingga laga usai.

Susunan Pemain

Levante: Munua; Venta, Ballesteros, Nano, Garcia; Torres, Iborra, Pallardo (Garcia, 82'); Valdo, Nadal; Caicedo (Stuani, 76').

Barcelona: Valdes; Alves, Mascherano, Pique, Abidal (Fontas, 62'); Xavi, Busquets, Keita; Afellay, Messi, Villa (Pedro, 86').

REAL MADRID HANCURKAN GETAFE, RONALDO HATTRICK

Cristiano Ronaldo kembali menggila. CR7 mencetak hattrick saat Real Madrid mengalahkan Getafe 4-0 pada lanjutan La Liga di Stadion Santiago Bernabeu, Rabu dinihari WIB, 11 Mei 2011.
Setelah mencetak empat gol melawan Sevilla, akhir pekan lalu, Ronaldo kembali memperlihatkan ketajamannya dengan mencetak tiga gol ke gawang Getafe.

Ronaldo mencetak gol pertamanya ke gawang Getafe pada menit ke-24 melalui sundulan usai menerima umpan silang Mesut Oezil.

Striker internasional Portugal itu menggandakan keunggulan Los Blancos di babak kedua tepatnya menit ke-58, kembali memanfaatkan umpan Oezil.

Karim Benzema, yang masuk menggantikan Gonzalo Higuain pada menit ke-76, hanya membutuhkan waktu kurang dari 30 detik untuk mencetak gol sekaligus memperbesar keunggulan Madrid menjadi 3-0.

Ronaldo akhirnya melengkapi kemenangan Madrid sekaligus mencetak gol ketiganya di laga ini pada menit ke-90+2 melalui titik penalti. Penalti diberikan setelah Ronaldo dilanggar Jose Mane.

Ronaldo untuk sementara memimpin daftar pencetak gol terbanyak La Liga dengan 36 gol. Unggul lima gol atas mega-bintang Barcelona Lionel messi.

Tambahan tiga poin membuat Madrid untuk sementara menunda pesta Barcelona menjuarai La Liga. Dengan torehan 86 poin, El Merengues kembali memangkas ketinggalan menjadi lima poin dengan Barcelona.

Barcelona sendiri tinggal membutuhkan satu poin untuk memastikan gelar La Liga musim ini. Azulgrana akan menghadapi Levante dinihari nanti, Kamis 12 Mei 2011.

Susunan pemain

Real Madrid: Adan (Tomas, 84'); Carvalho, Pepe, Arbeloa, Marcelo; Alonso, Oezil (Adebayor, 76'), Diarra, Di Maria; Ronaldo, Higuain (Benzema, 76').

Getafe: Ustari; Mario, Torres, Diaz, Mane, Boateng; Casquero (Mosquera, 64'), Parejo (Borja, 71'), Arizmendi; Colunga, Sardinero (Miku, 45')